Dilema Aktvis (Dakwah) Kampus

Posted on

IMG_20141019_161625

Mungkin inilah yang suatu saat dirindukan,
Saat-saat ketika telah disibukkan
dengan rutinitas dan tuntutan kehidupan tentang banyak hal

Saat dimana syuro’ pagi adalah sarapan
dan sorenya juga syuro’ untuk kudapan makan malam,
(sarapan? kudapan? emang bikin kenyang? :p nggak! :D)

Saat dimana ngopi di trotoar pinggir jalan harus menjadi pilihan,
(padahal gak suka kopi, yaudah pesen aja j*sjus :D)
Saat dimana pulang malam menjadi keharusan,
Saat dimana begadang hanya ditemani laptop dengan suara nasyidan,
Saat dimana koordinasi dan diskusi tak terhenti hingga larut malam menjelang,
(ini mah khusus Ikhwan, :p dengerin wan! :D)

Saat dimana ketika lalai ada yang menasehati, menegur dan mengingatkan,
Saat dimana semua pikiran dan curhatan dicurahkan di mabit kontrakan,
(mabit wat, akhwat!😀 emang si ikhwan kagak? :p)

Saat dimana liqo’ dan meliqo’ harus selalu sejalan berbarengan,
(ini nih mahasiswa tipe kuli : kuliah liqo’, kuliah liqo’ hehehe)

Saat dimana keluar nasehat dari kakak angkatan
karena sekali dalam sepekan terlewat hadir kajian,
(hayo, siapa yang sering? ngaku,ngaku :p)

Saat dimana jadi panitia kegiatan adalah kewajiban yang harus ditunaikan,
Saat dimana harus hadir diklat di akhir pekan
dan sejenak melupakan empuknya kasur kontrakan,
Saat dimana kegiatan hanya mengandalkan segelas air mineral dan nasi bungkusan,
Saat dimana tugas-tugas kuliah kadang terlewatkan dan sedikit berantakan
dimarahi dosen baru gelagapan,
(dan ente nyantai? Sadar wan, ikhwan!😀 –akhwat juga yaaaa :p-)

Saat dimana wajib hadir dauroh dan panitianya melarang bawa kendaraan,
(alhasil, naiklah angkutan bersama ibu-ibu pasar penjual ikan, :p rasakan :D)
Saat dimana materi dauroh mengharuskan melek hingga larut malam
so, kuliah paginya harus berjuang melawan kantuk yang berkepanjangan,
(ah, alasan kau, dasar lebay :p)

Saat dimana mati-matian nolak amanah karena merasa tak sesuai bidang
dan kakak-kakaknya hanya bilang “dek, inilah saatnya antum mengambil pelajaran dan nantinya ana bombing disertai belajar sambil jalan”,
(finally, iya kakaaaaaaak ane tsiqoh :D)

Saat dimana isi tas adalah buku kuliah, buku bacaan,
laptop, baju ganti, alat mandi, air minum, sedikit perbekalan makan,
dan yang gak boleh ketinggalan adalah mushaf Al-Qur’an,
(lu mau kemane wan, pindah kontrakan? :p gak sekalian bawa kulkas dan kost-kostan kamar mandi dalam? hehehehe)

Saat dimana diharuskan ikut aksi diluar dan naik naik bus berdesak-desakan,
(sabar wan, perjuangan… cie berjuang.. :p)

Saat dimana bulan Ramadhan adalah moment untuk wisata kuliner dadakan
bersama teman-teman sekontrakan,
(dasar ikhwan gratisan, :p akhwatnya nggak kan? nggak ada bedanya wan :D)

Saat dimana bulan obsesinya adalah FPI dan sinetron PPTnya Kang Dedy Mizwar,
(FPI : Front Pemburu Ifthor ; PPT : Para Pencari Takjil.. hahahaha)

Saat dimana yang ditunggu-tunggu adalah rutinitas tahunan bernama wisudaan
karena lumrahnya kakak tingkat syukurannya berupa traktiran,
(hiyaaaaa, makan gratisan :D)

Saat dimana iri melihat teman sekelas pada wisudaan
dan kita masih dengan amanah yang menyibukkan,
(sabar wan, semua indah pada waktunya -ntar- :D)
Saat dimana iri melihat saudara seamanah udah pada ta’arufan
dalam hati Cuma bergumam, “jangankan mikir ta’arufan kuliah aja gak kelar-kelar”,
(sabar wan, yakin.. Allah sudah siapkan )

sumber : http://www.muharrikdakwah.com/2015/02/dilema-aktvis-dakwah-kampus.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s