Bersedihlah, Wahai Diri yang Tertutup Hatinya

Posted on

296776_221046654621434_153830918009675_569310_1556070262_n

Wahai diri,

Kesalahan seperti apakah yang telaah engkau perbuat, sehingga kenikmatan ibadah itu hilang darimu? Sadarkah wahai diri, engkau sesungguhnya telah kehilangan mutiara berharga dalam hidupmu. Kering hatimu dari lezatnya beribadah kepada Allah, adalah hakikat kafakiranmu didunia. Andai engkau mau merenunginya.

Wahai diri,

Apakah engkau berpikir Allah butuh berleha-leha sholatmu, sementara hatimu tidak sedang menghadapnya? Apakah engkau berpikir Allah butuh dengan lapar-lapar puasamu sementara engkau berbuka dengan syahwat mata, mulut, dan pikiranmu?

Ukurlah dirimu wahai diri,

Andaikata ibadah-ibadah itu telah engkau laksanakan dengan sungguh-sugguh, mengapa masih terhias dalam hari-harimu kecintaan kepada dunia melebihi kecintaan kepadaNya? Sedangkan tidak mungkin sebuah benih menumbuhkan benih lain. Ibadah menumbuhkan benih kecintaan kepada Allah. Lantas, benih apa yang engkau tanam dalam ibadahmu sehingga justru dunia yang tumbuh menguasai hatimu?

Ibnu Taimiyah berkata, “ jika engkau mendapat suatu amaliah yang tidak mendatangkan ketenangan didalam hatimu dan kelapangan bagi dadamu maka hendaklah engkau mewaspadainya, sebab Allah Ta’ala adalah Tuhan Yang Maha Bersyukur, yaitu Dia pasti memberikan balasan bagi amal hambaNya yang telah dikerjakannya didunia dengan memberikan rasa lezat didalam hatinya, kekuatan dan kelapangan serta kesenangan. Jika dia tidak mendapat hal tersebut berarti amal itu telah bercampur dengan sesuatu yang lain”.

Wahai diri, maka bersedihlah!

Karena engkau memang layak bersedih. Wahai orang-orang yang terhalang hatinya dari merasakan lezatnya ketaatan kepada Allah. Lalu bawalah kesedihanmu itu kedalam penyesalan mendalam. Ubahlah haluan. Pandanglah dunia ini dengan kadar kehinaan yang memang pantas disandangnya.

Wahai diri, butuh kesabaran memang.

Hanya pertolongan taufik dan hidayahNya sajalah yang membuat engkau merasakan nikmatnya beribadah. Semoga Allah menyampaikanmu ke derajat yang mulia itu, yang barangkali tidak akan banyak rang yang mendapatkannya dihari-hari depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s