Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam

Posted on Updated on

Karakteristik Perekonomian Iakad-syariahslam

 

Definisi yang menyebutkan ekonomi adalah segala tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang terbatas. Definisi dari ekonomi islam itu sendiri adalah ilmu yang mempelajari segala perilaku manusia dalam pemenuhan kebutuhan hidupnya dengan tujuan memperoleh falah.

Perilaku manusia disini yang berkaitan dengan landasan-landasan syariat sebagai tujuan berperilaku dan kecenderungan-kecenderungan dari fitrah manusia. Dan dalam ekonomi islam, kedua hal tersebut berinteraksi dengan porsinya masing–masing hingga terbentuklah sebuah mekanisme ekonomi khas dengan dasar nilai-nilai Illahiyah.

 

Ada empat prinsip utama dalam sistem ekonomi islam yang disyariatkan dalam Al-Quran:

  1. Hidup hemat dan tidak bermewah-mewah (abstain from wasteful and luxurius living), bermakna bahwa tindakan-tindakan ekonomi hanyalah sekedar untuk memenuhi kebutuhan bukan memuaskan keinginan.

  2. Implementasi Zakat(implementation of zakat)

  3. Penghapusan atau pelarangan Riba/bunga( probibition of Riba), Gharar/ketidakjelasan, Maisir/judi. Menjadikan sistem bagi hasil(profit-loss sharing) dengan instrumen mudharabah dan musharakah sebagai pengganti sistem kredit berikut istrumen bunganya.

  4. Menjalankan usaha-usaha yang halal

Prinsip-prinsip diatas dimaksudkan agar segala aktivitas manusia betul-betul dapat mencapai kesejahteraan, kedamaian, dan, falah sesuai dengan visi sistem ekonomi islam itu sendiri.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s