Masih tentang dia

Posted on Updated on

(jika anda merasa anda memikirkan si dia)

Kisah ini.. masih tentang si dia.. yang selalu mengganggu perjalanan ini.. jikalau salah dalam menyikapi,, benar-benar memalukan. Aku mengenalnya, seorang kakak yang sangat baik.. yang sangat lembut. Dan akupun mendapati kisahnya begitu menyesakkan awalnya.. namun tetap selalu indah akhirnya.. hanya untuk orang-orang yang Allah izinkan untuk mendapatkannya.. Ginna namanya.. dia adalah salah seorang aktivis dakwah. Bisa dikatakan sepak terjangnya luar biasa dalam menyebarkan agama Allah. Namun tetap saja, dalam berjalan bersama pun beliau mengenal salah seorang temannya. Salah seorang ikhwan yang ternyata mengusik hatinya. Dia selalu menjaga hatinya, menjaga komunikasinya agar tidak menghancurkan keberkahan amalannya. Dia tidak pernah menunjukkan kepada ikhwan tersebut lewat sikap, bahkan lewat ucapan bahwa dia menyukainya.

Hingga ternyata rasa itu semakin memuncak. Merasakan hal itu, untuk pertama kalinya ia beranikan diri untukmengungkapkan rasa itu terhadap seseorang, dan orang pertama yang diberitahunya adalah ustadzahnya. Dan keputusan yang sangat pemberani dia bilang kepada ustadzahnya untuk melamarkan dia kepada sang ikhwan tersebut. Dan tanpa berlama, sang ustadzah pun juga memproseskan ta’aruf dalam rangka sang akhwat yang melamar kepada sang ikhwan.. bener2 so sweet….

Tapi bukan perjuangan namanya klo tidak ada kendala. Kalian tahu, apa yang setelah itu terjadi? Ternyata sang ikhwan menolak lamaran sang akhwat.

Betapa menyedihkan bukan? Bagi seorang akhwat butuh keberanian berkali-kali lipat dibandingkan ikhwan untuk melamar seseorang.

“ya sudah, mau bagaimana lagi.” Begitu katanya.. Tidak ada komunikasi intens selain ttg amanah. Dan paska itu tidak ada komunikasi lagi. Tidak ada. Sang akhwatpun juga sudah dengan kehidupan yang lain, sang ikhwanpun juga.

Janji Allah itu pasti.

Selang setahun setelah kejadian itu, ternyata datang lamaran untuk sang akhwat, anda tahu siapa yang melamar?? Ternyata sang ikhwan yang dulu menolaknya. Ternyta ikhwan tersebut menolak karena ingn mempersiapkan kemapanan untuk nanti datng menjemput sang bidadari…

Indahnyaaa…..

Begitulah, wahai yang mengaku aktivis dakwah..

Jika engkau ,merasa cinta, maka tiliklah pada keadaanmu, jika siap segerakan untuk menghalalkan.

Jika engkau merasa cinta, bohong rasanya jika kau katakan pada orang yang kau kasihi untuk menunggu, karena itu mejadi lubang-lubang syetan untuk menusuk dan menghancurkanmu.

Jika engkau merasa cinta, bodoh rasanya jika kau hibahkan hatimu hanya untuk menunggu seseorang, dengan buaian tiap hari, dengan anganan tiap hari..

Pernyataaan cinta, rindu, kangen atau semacamnya… tidakkah engkau ingin itu pernyataan yang pertama kau ucapkan di lisanmu hanya untuk orang yang sudah halal bagimu.

Jika engkau mengaku cinta, harusnya kau tahan lisanmu untuk membuat dia terbuai sehingga jauh dari Tuhannya, sehingga mengisi ruang hatinya dengan namamu.

Jika engkau mengaku cinta, harusnya kau tahan sikapmu hingga kau siap untuk menjemputnya dalam bingkai yang halal.

Jika engkau mengaku cinta, harusnya kau jaga dia dari adzab api neraka.

Jika engkau cinta, harusnya dan harusnya kau lebih sering berdialog dengan Nya bukan malah dengannya.

Dan jika engkau sudah berusaha menahan ucapan dan sikap, dan kau mencoba untuk menjemput dalam bingkai halal, namun jawabannya tak sesuai dengan yang kau harapkan.. jangan berputus asa, Allah pasti menyimpan yang lebih baik untukmu karena kau sudah menjaga hatimu karena Nya.

Sulit memang untuk dilakukan, tapi untuk kalian yang berlebel aktivis dakwah, mau tidak mau kalian harus melewati kesulitan ini.

Kumohon,

Jangan menghancurkan yang kau kasihi dengan mengajaknya bercanda tiap hari

Jangan menghancurkan yang kau cinta dengan menggombali dia tiap hari dengan pernyataan cintamu.

Jangan menghancurkan yang kau rindu dengan berkomunikasi intens tiap hari..

Jangan menghancurkan dia dengan menyuruhnya untuk menunggumu setiap hari.. dengan mengatakan bahwa kau perhatikan dia setiap hari..

Itu menyakitkan, itu menyesakkan, itu menjijikkan..

Biarlah hati yang kau cinta hanya untuk Tuhannya,, biarlah dia benar-benar menjaga dirinya.. biarlah…

Dan untuk para muslimah sholehah,,

benar-benarlah jaga hati, baik-baiklah menjaganya.

Kita adalah penentu segalanya,

Kuatkan diri kita,

jika memang tak siap untuk berproses,,

Maka tolaklah pada kesempatan pertama, dengan tegas. Bukan dengan bahasa yang ambigu. Ku mohon, atas nama muslimah…

Jagalah hati, dan keberkaan dakwah yang kau emban.. ku mohon…

*untuk adek-adekku yang sungguh aku cintai, airmata ini menangis ketika selalu mendapat kabar bahwa si dia ternyata masih merajalela dikalang jilbaber dan jenggoter..

#dia:virus jambu klutuk

penulis : ArsyFatih (171113) 16.16 @Kota Industri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s