Bagaimana Jika Kau Cemburu?

Posted on

sfsd

Sahabat-sahabatku yang dicintai Allah, bagaimana rasanya cemburu? Sakit? Kecewa? Atau marah? Kurasa demikianlah yang setiap orang rasakan ketika mereka sedang cemburu. Kau mencintai seseorang, tetapi orang yang kau cintai itu lebih memilih dan mencintai yang lain. Apalagi jika kau telah berbuat banyak untuknya, entah pengorbananmu itu ia sadari ataupun tidak. Atau barangkali orang yang kau cintai itu memang bersikap cuek dan masa bodoh dengan apa yang kau lakukan untuknya. Ya..ya..ya.., pasti sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Pernahkah kita menyadari bahwa diri kita pun ternyata sering melakukannya? Berbuat seenaknya dan mengabaikan cinta. Sadarkah bahwa di sana ada yang senantiasa mencintai dan menyayangi kita, selalu menjaga dan melindungi saat tiada yang bisa melindungi, dan senantiasa memerhatikan tiap inci perbuatan kita? Iya sahabatku, cinta dan kasih sayangNya teramat sangat kepada kita.

“Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia” (QS. Al Baqarah : 143)

Betapa indahnya kalimat di atas. Mari resapi dan renungkan. Acap kali kita lebih mendahulukan dunia dibandingkan denganNya. Saat jari-jemari asyik menari-nari di atas keyboard, di saat yang bersamaan pula seruanNya menggema, apa yang kita lakukan? Bergegas mematikan laptop dan segera memenuhi panggilannya? Hhmm, Semoga memang seperti itu. Baiklah, tetapi pernahkah kita berbuat seperti ini,

“Ah, masih jam segini. Masih ada waktu lama kok, ntar dulu deh shalatnya, bentar lagi.”

“Duh, 1 jam lagi nie tugas dikumpul. Mana udah adzan lagi. Tapi terusin ini dulu aja deh, bisa-bisa nggak selesai nieh tugas.”

Atau seperti ini,

“Bentar lagi, tanggung ah masih loading.”

Memangnya siapa yang bisa menjamin bahwa kita masih hidup sebelum menjalankan shalat padahal sudah memasuki waktunya? Siapa yang memberi kita tangan dan membuatnya dapat dengan lincah bergerak kesana-kemari di atas keyboard?  Siapa yang memberi penglihatan sehingga kedua bola mata itu dapat dengan jelas melihat dunia maya, berjam-jam dihadapan si tipis kotak yang melenakan? Itu baru contoh kecil saja. Bagaimana Allah tidak cemburu jika kita seperti itu. Dia senantiasa memberikan apa yang makhlukNya butuhkan. Tetapi sahabat, cemburunya Allah tidak seperti manusia, karena Dia memang tak sama dengan makhluknya. Pun cintaNya adalah cinta di atas cinta.

Seseorang mendatangi Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam dan bertanya tentang keluasan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala. Beliau bersabda : “Engkau datang untuk menanyaiku tentang keluasan rahmat Allah? Aku beri tahu bahwa Allah telah memberi tahumu dan berkata, “aku tidak marah pada hambaKu yang datang kepadaKu dengan maksiat. Sungguh di sisiKu ada ampunan. Jikalau Aku ingin menyegerakan atau ketergesa-gesaan adalah sifatKu sungguh Aku segerakan mereka putus asa dari rahmatKu.” (Kanzu al-Umal (5901)).

Sahabat-shabatku yang dicintai Allah, semoga hati kita selalu tertuju padaNya, selalu ingat betapa cintanya Allah pada kita. Jangan marah dan kecewa jikalau orang lain membuat kita cemburu jika kita saja sering membuat Allah cemburu.

Wallahu a’lam bi showwab. ..

Penulis : Ana Zara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s