BinatangPun tahu dimana Allah

Posted on Updated on

Sering kali kita ditanya oleh seseorang atau orang-orang yang hanya menguji kemampuan kita tentang dimanakah sebenarnya Allah. Maka ada sebagian dari umat Islam sendiri bingung dimanakah Allah itu. Ada pula sebagian umat yang menjawab bahwa Allah ada di dalam hati kita, ada pula yang menjawab Allah ada dimana-mana. Dengan adanya banyak perbedaan jawaban tentang dimana Allah ini maka semakin membuat kaum muslimin yang minim ilmu agama semakin tambah bingung. Untuk itu saya persembahkan risalah singkat dan sederhana ini untuk para pembaca khususnya kaum muslimin agar kita mengetahui dimanakah sebenarnya Allah berada. Saya memohon kepada Allah semoga tulisan saya ini bermanfaat baik bagi diri kita pribadi maupun bagi kaum muslimin.

Tidak dipungkiri bahwa kaum muslimin yang minim ilmu agama sangat berbeda-beda jawaban tentang keberadaan Allah ini. Apalagi ditambah dengan adanya pernyataan dari kaum penyesat bahwa Allah berada di dalam hati dan Allah ada dimana-mana. Dan diperparah oleh keadaan kaum muslimin yang tidak adanya ghiroh/semangat untuk mengkaji atau membaca Al-Qur’an dan Hadits serta kitab-kitab para ulama tentang pertanyaan ini. Dengan begitu bisa membuat orang-orang awam yang notabene tidak tahu apa-apa hanya ikut-ikutan saja.

Sebenarnya jika mereka mau membaca dan mengkaji apa yang telah diturunkan Allah melalui lisan Rasul-Nya yaitu Al-QUr’an maka akan banyak sekali jawaban dari pertanyaan tentan keberadaan Allah ini. Diantaranya adalah bahwa Allah berfirman :

إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas Arsy.  (Q.S Al A’raf : 54)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas Arsy untuk mengatur segala urusan. (Q.S Yunus : 3)

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. (QS. Ar-Ra’du : 2)

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ´Arsy. (QS. Al Furqan : 59)

تَنْزِيلا مِمَّنْ خَلَقَ الأرْضَ وَالسَّمَاوَاتِ الْعُلا الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi,(yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas ‘Arsy. (QS Thaha : 4-5)

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; kemudian Dia bersemayam di atas ´arsy . (QS Al Hadid : 4)

Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. (QS. Ali Imran : 55). Disini dijelaskan bahwa Nabi Isa Alaihi Sallam diangkat Allah menuju kepada-Nya dan ini menunjukkan bahwa Allah ada di atas Arsy.

بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa : 158). Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah bersemayam di atas Arsy dengan diangkatnya Nabi Isa Alaihisalam.

Fir’aun berkata: “Hai Haman! Buatkanlah untukku sebuah bangunan pencakar langit, semoga aku dapat mencapai pintu-pintu. Maksudku pintu-pintu yang menembus ke langit, agar aku dapat melihat Tuhan Musa! Tetapi kukira dia itu berdusta! Begitulah perbuatan jahat itu oleh Fir’aun dianggapnya suatu pendapat yang sangat indah. (QS Ghafir : 36-37). Disini dijelaskan juga bahwa Fir’aun yang sebenarnya mendustakan Allah ingin melihat Tuhannya Nabi Musa yang ada di atas Arsy.

Barang siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya.  Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya.(QS. Fathir : 10). Dari ayat ini juga menjelaskan bahwa semua amal shaleh juga naik ke atas dimana Allah berada yaitu di atas Arsy.

Inilah bukti atau dalil-dalil dari Al-Qur’an bahwa Allah berada di atas Arsy dan bukan di hati atau dimana-mana seperti yang diyakini oleh para penyesat. Dan jika kita berpikir dengan logika maka kita akan yakin bahwa Allah ada di atas Arsy. Yaitu jika kita memperhatikan kisah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam tentang peristiwa Isra dan Mi’rajnya Nabi. Bahwa Nabi diangkat Allah ke Sidratul Muntaha untuk perintah Shalat 5 Waktu. Dan ini juga menunjukkan bahwa Allah ada di atas Arsy. Dan tidak mungkin jika Allah berada di hati dan dimana-mana meng isra mi’raj kan Nabi-Nya ke sidratul muntaha.

Secara naluri ilmiah para makhluk mengetahui bahwa Allah sebenarnya ada diatas Arsy. Dan inilah aqidah yang Allah fitrohkan kepada setiap makhluk. Sampai budak yang tinggal di gunung ditanya Rasulullah tentang dimana Allah berada. Maka seorang budak itu menjawab “Allah di atas Arsy”. Inilah fitroh seorang makhluk. Sampai hewan pun tahu dimana Allah berada. Ada beberapa binatang yang pada musim kemarau menengadahkan wajahnya ke atas langit meminta kepada Allah untuk diturunkan hujan.

Al Imam Ibnu Qoyim pernah mengisahkan sesuatu yang ajaib. Dan ini ceritanya sangat mashur kata Imam Ibnu Qoyyim. Seekor keledai yang sedang kehausan dan datang ke tempat air. Ada orang yang mengambil air, keledai tersebut ingin minum tetapi masih banyak orang yang mengambil air dan tidak memberikan pada seekor keledai tersebut. Lalu dia mengangkat kepalanya ke atas dan dia berteriak sekuat-kuatnya. Apa yang terjadi? Ternyata Allah Ta’ala menurunkan hujan. Dan ternyata keledai tersebut memohon hujan.

Dan masih banyak lagi yang secara akal menunjukkan bahwa Allah ada di atas Arsy. Yaitu firman Allah:

اسْمَ رَبِّكَ الْاَ عْلَىسَبِّعِ

Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi.(QS. Al A’la : 1).

Dan diwaktu kita sujud pada waktu sholat kita mengucapkan :

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Mahasuci Rabbku yang Mahatinggi. Ini menunjukkan bahwa sebenarnya kita tahu bahwa Allah ada di atas Arsy. Dan juga kita diperintahkan oleh Rasulullah bahwa sebelum tidur disunnahkan untuk berwudhu. Karena dengan kita tidur berwudhu roh kita akan diangkat oleh Allah untuk sujud dihadapan Allah. Jika kita berwudhu maka tempat sujud kita dekat dengan Allah, jika tidak maka tempat sujud kita jauh dari Allah.

Juga tugas para malaikat selain tugas-tugas yang khusus diberikan Allah ada tugas umum yaitu tugas para malaikat untuk naik ke atas langit untuk bersujud di hadapan Allah. Dan setiap hari para malaikat yang sujud mencapai kurang lebih 70.000 malaikat setiap hari. Dan setiap hari berbeda malaikat yang sujud kepada-Nya.

Dan pada waktu berdoa kita mengangkat tangan kita ke atas berdoa kepada Allah. Ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa sebenarnya Allah ada di atas.

Inilah sejumlah ayat dan bukti akal bahwa sebenarnya secara fitroh yang lurus setiap makhluk meyakini bahwa Allah ada di atas Arsy dan bukan di hati serta bukan dimana-mana. Nah jelas sudah bukan bahwa Allah itu tempatnya di atas Arsy? Jadi jika kita ditanya oleh seseorang tentang dimana Allah kita sudah tidak perlu bingung menjawabnya bukan?

Judul dan sebagian isi diambil dari : https://www.youtube.com/watch?v=GaMu64SejWA (Video Ustad Abdil Hakim bin Amir Abdat – biantang pun tahu dimana Allah)

Penulis : Dody Yudho Utomo (Kediri)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s