Secuil Belanda di Telatah Ngawi

Posted on

NGAWI, kabupaten paling barat Jawa Timur ini ternyata memiliki kedekatan dengan Belanda. Sebuah benteng pendem, bangunan peninggalan Belanda yang dibangun 1839 hingga 1845 itu menjadi saksi bisu. Umur benteng yang mencapai 1,5 abad itu semakin memesona pengunjung untuk singgah di Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.
Benteng pendem yang mirip koloseum di Italia, Roma itu dibagun oleh Gubernur Van Den Bosch sebagai tempat pertahanan Belanda. Bagian jendela yang melengkung dan kesan estetikanya yang menonjol begitu menggoda. Benteng yang dulunya dipakai sebagai persinggahan para ilmuan Belanda itu pernah jadi markas Yon Armed 12 untuk latihan militer sebelum pindah di jalan Siliwangi karena kondisi benteng sudah tidak mendukung. Alasan itulah yang mungkin mendasari beberapa tahun terakhir benteng tenggelam dari mata publik.

Setelah semua persenjataan yang dimiliki Yon Armed 12 ikut diboyong ke markas baru, akhirnya tahun 2011 benteng resmi diploklamirkan sebagai tempat wisata umum. Halaman depan benteng dihiasi hamparan rumput hijau dan beberapa tempat konon dulunya digunakan sebagai kandang kuda. Di sekeliling benteng terdapat gundukan tanah yang memang sengaja dibuat untuk menahan luapan air dari Bengawan Solo.

Inilah yang menjadikan benteng tampak terpendam. Dulu benteng ini juga dikelilingi parit selebar 5 meter, namun karena telah sekian tahun lamanya parit-parit itu telah tertutup tanah. Sungguh benteng pendem Ngawi, layak menjadi wisata sejarah yang bernilai.

penulis : Dyla Putry Rafitasary (Mahasiswi FE UM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s