Secercah Inspirasi : Darimu Saudaraku FSLDKD, Sang Penebar Cinta Illahi

Posted on Updated on

 

 

 

 

 

 

 

 

Tulisan ini mungkin tak sebagus dan tak seindah tulisan-tulisan yang ada di buku. Meski sederhana, bolehlah kutorehkan jejak-jejak sang penebar “cinta”, beberapa waktu silam. Pertemuan FSLDKD (Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Daerah) se-Malang Raya tanggal 22-24 Maret 2013 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kemarin dalam rangka MusDa (Musyawarah Daerah) telah memberikan secercah inspirasi dan “suplemen” pendorong semangat bagi kita untuk terus bertahan dan berjuang di jalan dakwah ini, bahkan hingga suatu saat nanti Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kemenangan bagi ummat Islam, Insyallah. Pada hakikatnya yang namanya dakwah itu menyeru dan juga mengajak, yakni menyeru pada amar ma’ruf nahi munkar yang tentu tak semudah membalikkan telapak tangan, sebab akan selalu ada bebatuan ataupun rintangan lainnya yang menghalangi jalan itu.

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS. Ali Imran [3]:104)

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang merupakan wadah dari perwujudan ayat Al Qur’an di atas memiliki peran yang cukup besar dalam rangka menuju “Khilafah Islamiyah” dengan langkah awal mewujudkan lingkungan kampus yang madani. Dari Lembaga Dakwah Kampus itulah salah satunya kita akan ditanamkan benih-benih kepemimpinan dan dipersiapkan untuk menyongsong masa depan kepemimpinan Islam.

Sebagai seorang calon pemimpin Islam masa depan harus memiliki wawasan keislaman yang berbeda dengan masyarakat lain. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam diutus ke muka bumi untuk membawa 5 misi besar yang harus dilaksanakan, yaitu pertama Menjadikan umat manusia kaya ilmu dengan berislam. Seorang pemimpin itu harus mampu mengembangkan kemampuan membaca dan mencipta dengan ilmu yang dimilikinya. Membaca berbagai macam kondisi, utamanya membaca kondisi ummat, dan juga mencipta dalam artian pemimpin setidaknya harus memiliki inovasi, menciptakan hal-hal baru demi kemaslahatan ummat. Prof. Dr. Ishommudin, salah satu pemateri saat itu yang mendampingi Ustad Rasman, mengungkapakn bahwa sesungguhnya jika pemuda-pemuda yang muncul dari mahasiswa memiliki Stock of knowladge yang memadai, pasti akan bisa menjadi seorang pemimpin. modal kepemimpinan itu ada 3, yakni intelektual, sosial, dan juga iman. Kedua menjadikan manusia berkualitas unggul, maksudnya ialah tahu diri, orang yang bisa dipercaya, orang yang membersihkan pikirannya dan juga dirinya, serta orang yang berfikir dan berbuat tidak hanya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang lain. Ketiga Keadilan, Misi yang ketiga ini adalah berbicara soal keadilan, karena Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam datang untuk membentuk/menciptakan tata sosial yang adil. keempat Memberi tuntunan tentang ritual, dan yang terakhir ialah Amal shalih.

Oya, adakah yang kenal atau tahu ustad Rasman? Yuups, tadi sudah saya singgung nama beliau. Berkaitan dengan kepemimpinan, cuplikan kisah yang satu ini mungkin akan membuat kita terinspirasi dan berkata “subhanallah” atau “alhamdulillah” atau ungkapan lainnya yang memuji Allah subhanahu wa ta’ala.

Terkadang untuk membuat suatu perubahan kita harus berhijrah, begitu ungkap Ustad Rahman, salah satu pemateri pada waktu itu yang membedah buku karangannya sendiri yang berjudul “Menggapai Cahaya : Dari Balik Jeruji Menuju ke Puncak Pemimpin Islam”. buku itu berisi perjalanan hidup beliau hingga saat ini. Seperti yang dilakukan Rasulullah shalallahu’alaihi wa sallam, rasulullah mengemban amanah dakwah dengan cara berhijrah dari satu tempat ke tempat lain. Salah satunya dari Mekkah ke Madinah. Dari perjuangan itu terjadilah perubahan besar sehingga terbentuklah suatu peradaban Islam yang sangat maju dan pada akhirnya Islam berjaya serta mendominasi dunia hingga 2/3 bagian. Subhanallah…..Rasulullah bener-bener keren.

So, kaitannya dengan ustad Rasman? Tunggu dulu, ustad Rasman juga berhijrah kawan. Siapa yang menyangka bahwa seorang Rasman yang notabene ialah seorang ustad asli Singapura yang kemudian beliau melaksanakan studi Tarbiyahnya di UMM. Beliau  merupakan seorang mantan pecandu narkoba, bahkan tergolong level yang paling tinggi (golongan Heroin). hingga pada akhirnya beliau ditahan pada tahun 1993 dan dibebaskan pada tahun 1995. Selama dipenjara beliau 5 kali masuk panti rehabilitasi. Wah…wah…wah.., luar biasa. Begitu kelam masa lalunya.

cahaya Allah pun datang menyinari beliau. Selama di panti rehabilitasi beliau mendapatkan secercah hidayah. Perubahanpun mulai menyapanya. Beliau memutuskan masuk ke pesantren untuk memperdalam ilmu agama, menguatkan aqidah, dan memperdalam keimanan. Sungguh luar biasa semangat beliau. “… barang siapa diberi petunjuk tak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang disesatkannya maka tak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya ….”. setelah melewati batu sandungan itu Beliaupun menjadi seorang aktivis dakwah dan melanjutkan studinya hingga S2. Telah banyak lembaga-lembaga di bawah kepemimpinan beliau, salah satunya UKM K Jamaah A. R. Fachrudin UMM.

Lalu, apa yang dapat kita ambil kawan? Tidakkah kita tahu betapa kontrasnya dunia Ustad Rasman pada masa lalu dengan sekarang? Ya, mungkin kita lebih beruntung. dunia remaja kita tidak se-ekstrim beliau, atau bahkan kita sudah menuntut/memperdalam ilmu agama islam sejak remaja. Tetapi, tataran pengetahuan Ustad Rasman mengenai agama islam jauh lebih banyak dibandingkan dengan orang-orang yang sudah lama belajar agama islam. itu merupakan salah satu contoh dari ribuan contoh-contoh luar biasa lainnya yang ada di luar sana. yang patut kita syukuri, ternyata Allah memberikan kesempatan yang lebih awal kepada kita untuk belajar. Dan seharusnya juga pun harus lebih bersemangat dalam mengerjakannya. Semangat beliau itulah yang patut kita contoh, dan beliau senantiasa menjaga keistiqomaahannya agar tidak kembali pada kegelapan lagi. Itulah sedikit cerita tentang kehidupan dahulu dan kehidupan sekarang Ustad Rasman.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya mengapa kebanyakan lembaga dakwah kampus (LDK) anggotanya lebih sedikit daripada oganisasi-organisasi lain. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Pada zaman seperti ini mungkin salah satunya adalah kekhawatiran mahasiswa terhadap berbagai golongan, takut dimasuki pemikiran-pemikiran yang menyesatkan. Lalu, kenapa banyak golongan? Ya, karena ummat muslim saat ini tidak memiliki pemimpin/imam yang dapat menyatukan. Ketika kita berada pada suatu lembaga/organisasi dakwah yang harus diingat adalah apa tujuan sebenarnya lembaga dakwah itu dan apa tujuan kita masuk di dalamnya. Lembaga dakwah hanyalah sebagai sarana saja, sedangkan tujuan berdakwah ialah mengajak orang lain untuk beriman kepada Allah ta’ala. Hal ini kadang terjadi pada kaderisasi, dimana terkadang dalam merekrut anggota cenderung mengajak untuk masuk ke lembaganya, meskipun kita tak dapat menafikan tujuan itu juga. Jadi, bagaimana solusinya untuk mengatasi pemikiran mahasiswa yang seperti itu? Salah satunya bisa menggunakan saran dari kang aji. saran dari Kang Aji (pemateri dari GAMAIS-ITB) ialah dengan memberikan sedikit pengarahan kepada mahasiswa baru ketika promosi (ketika PKPT), bahwa kita memang harus berhati-hati dengan berbagai golongan yang sekiranya melenceng dari syariat. kita jelaskan juga bahwa jika LDK/LDF yang kita promosikan tidak seperti itu, bukan dari ajaran sesat. Uupss. . . .kok sampek situ ya, terlalu melebarkah?. Hehehe, tak apalah hanya ingin kusamapaikan saran dari Kang Aji saja..

Baiklah kawan, mungkin kalian sudah cukup jenuh membaca deretan tulisan hitam ini, tetapi satu hal lagi yang ingin aku sampaikan. Mungkin acara inti pertemuan FSLDKD itu ialah MusDa. Tetapi, tujuan yang lebih utama sebenarnya adalah silaturahim. Kita tak sendiri kawan, banyak saudara-saudara seperjuangan kita yang sama-sama berjuang untuk membangkitkan kembali kepemimpinan Islam dan  menghiasi hari-hari dengan dakwah. Berdiskusi, sharing, dan saling bertukar pikiran dengan mereka membuat kita tahu bagaimana mereka, bagaimana kondisi jalan mereka, dan bagaimana mereka menyikapinya. Sahabat-sahabat dari UB, STT-RRI, Universitas Kanjuruhan, polinema, Stiekes, IKIP Budi Utomo, sahabat-sahabat dari Blitar, Jombang, dsb.  Beberapa dari kampus mereka ada yang baru merintis. LDKnya berarti juga baru mulai dirintis. bisa kita bayangkan bagaimana perjuangan mereka yang seperti itu. Sebagian lainnya dapat dikatakan LDKnya sudah berjalan. Intinya, KEEP SPIRIT…..KEEP ISTIQOMAH..!!

Satu kalimat dari Kang Aji, tentang apa yang senantiasa harus kita lakukan. Apa itu?? “MENGAMBIL CINTA DARI LANGIT, DAN MENEBARKANNYA DI BUMI”

Penulis : Meryana Rizki Ananda (Mahasiswi S1 Akuntansi FE UM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s