Masa Depan Kepemimpinan di Indonesia

Posted on Updated on

 

 

 

 

 

 

 

 

Muhammad SAW adalah rasul akhir zaman yang di utus oleh Allah untuk memimpin umat manusia. Manusia paling mulia sekaligus dapat memberi contoh yang baik kepada umatnya, bukan hanya itu beliau adalah pejuang dan panglima yang tangguh dalam menegakkan agama Allah. Beliau mengubah sejarah umat manusia, membangun sebuah peradaban besar dan menebarkan rahmat ilahi ke seluruh alam.

Wahai hamba Allah, tidakkah dirimu merasa sombong berjalan di bumi Alllah ini. Bukankah Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi. Dalam diri seseorang adalah pemimpin, Anda? Mereka? Saya? adalah pemimpin! Tidak heran jika manusia saling menjatuhkan demi sebuah tahta. Akan tetapi perlu dipahami bahwa pemimpin bukanlah mereka yang harus memiliki singgasana dengan bala tentara yang banyak dan kuat. Pemimpin bukanlah mereka yang selalu duduk di kursi emas dengan para bidadari disampingnya. Pemimpin bukanlah mereka yang selalu memakai pakaian yang mewah dan perhiasan yang banyak. Pemimpin tidak harus dikenal oleh semua orang apalagi sampai disanjung dan dipuja. Akan tetapi seorang pemimpin adalah mereka yang berpikir bahwa bumi tempat berpijak adalah milik Allah, mereka takut duduk di kursi emas karena mereka berpikir masih banyak saudara mereka yang duduk di atas tanah tanpa sebuah alas. Mereka takut mengenakan pakaian mewah dan perhiasan yang banyak, karena mereka berpikir bahwa masih banyak saudara mereka yang memakai pakaian dengan model balon-balon di sekujur tubuhnya dengan memakai tas yang mereka ambil dari gudang beras sebagai perhiasan mereka. Seorang pemimpin tidak suka disanjung dan dipuja kerena mereka takut selendang Allah berpindah ke leher mereka.

Wahai hamba Allah, jika kita ingin menjadi seorang pemimpin maka pikirkanlah terlebih dahulu apa yang kita butuhkan untuk mendukung langkah dan gerak kita kedepan. Umpamakan jika kalian ingin memasak, hal yang perlu di siapkan adalah kompornya, wadahnya, bahan makanannya, penyedap rasanya serta tekhnik mengelolanya. Sama halnya manusia, kita butuh energi, negara sebagai tempatnya, objek atau sasaran yang ingin dituju, pemimpin yang mengkoordinasikannya, serta tehkik dalam mengelola kepemimpinan tersebut, dsb. Apabila semuanya sudah terpenuhi maka barulah sebuah negara yang kita impikan terwujud, atas seizin Allah.

Seorang pemimpin harus berani bercita-cita tinggi, mereka harus memiliki keyakianan yang kuat bahwa apa yang mereka impikan akan terwujud. Seorang pemimpin harus bisa meyakinkan rakyatnya bahwasanya apa yang mereka lakukan adalah benar dan sesuai dengan syari’at Islam. Pemimpin adalah mereka yang bisa memotivasi orang lain untuk bangkit dan berjuang dijalan Allah. Pemimpin adalah mereka yang selalu ingat kepada Allah baik ketika ia sedang berdiri, duduk, maupun tidur. Pemimpin adalah mereka yang selalu memikirkan penciptaan langit dan bumi.

Pemimpin tidak boleh hidup dalam dua kehidupan, mereka harus bisa memilih satu diantara dua kehidupan. Ada Pepatah mengatakan “ Apabila kamu menanam padi, rumputpun ikut tumbuh. Dan apabila kamu menanam rumput, mustahil padi akan tumbuh”. Artinya apabila kamu memilih kehidupan akhirat maka duniapun akan didapat. Dan apabila kamu memilih kehidupan dunia, mustahil akhirat didapat. Kehidupan manakah yang akan Anda pilih?

Untuk menjadi seorang pemimpin alangkah baiknya apabila mereka menguasai atau memahami sejarah peradaban. Karena banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari sejarah peradaban yang kemudian dapat menjadi motivasi kita untuk menjadi seorang pemimpin. Misalnya, Anda tahu mengapa saat ini bangsa yahudi atau bangsa barat hampir menguasai seluruh aspek kehidupan baik dalam segi ilmu maupun teknologi? Anda ingat kisah Samiri yang diabadikan di dalam Al Qur’an, Samiri berhasil menyesatkan manusia dengan membuat patung sapi sebagai Tuhan. Dan pada saat nabi Musa menanyakan kepada Samiri “Apakah yang mendorongmu berbuat demikian wahai Samiri?” lalu Samiri Menjawab, “Aku mengetahui sesuatu yang tidak kamu ketahui, dan aku ambil (segenggam tanah) dari jejak rasul, lalu aku melemparkannya (kedalam api itu) kemudian nafsuku membujukku.(QS. Taha 95-96). Apakah anda mengetahui rahasia dibalik jejak para rasul? Sedangkan Samiri dengan hanya mengambil sedikit jejak rasul saja, dia berhasil menyesatkan banyak manusia. kemudian apakah anda mengetahui sosok presiden kita yang bernama Soekarno? Beliau adalah presiden yang sangat luar biasa dalam sejarah Indonesia. Baik dari segi kecerdasan maupun perjuangnya. Yang saya ingin anda ketahui adalah beliau pernah berkata “ beri aku sepuluh pemuda, maka aku akan guncangkan dunia”. Pemuda seperti apakah yang beliau maksud? Kenapa dengan percaya dirinya beliau mengatakan kalimat tersebut? Sebenarnya apa rahasia yang ia ketahui tentang kriteria pemuda yang dapat mengguncangkan dunia??

Seorang pemimpin harus menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman hidupnya dan rasul sebagai cerminannya. Pemimpin harus memiliki sifat-sifat sebagai berikut, kaya akan ilmu, bersih hati, tubuh, pikiran, mempunyai keadilan yang tinggi, dapat memberikan tuntunan yang baik, serta kerja secara profesional. Seorang pemimpin juga harus berani menyampaikan kebenaran dalam berdakwah. Allah SWT berfirman dalam surat Ali Imran ayat 104 “ dan hendaknya diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”. apabila pemimpin tidak memiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran maka akan ada banyak manusia yang tersesat dari ajaran Allah. Seperti halnya sabda rasulullah “Perumpamaan orang-orang yang mencegah berbuat maksiat dan yang melanggarnya adalah seperti kaum yg menumpang kapal. Sebagian dari mereka berada di bagian atas dan yang lain berada di bagian bawah. Jika orang-orang yang berada di bawah membutuhkan air, mereka harus melewati orang-orang yang berada di atasnya. Lalu mereka berkata: ‘andai saja kami lubangi (kapal) pada bagian kami, tentu kami tidak akan menyakiti orang-orang yang berada di atas kami’. Tetapi jika yang demikian itu dibiarkan oleh orang-orang yang berada di atas (padahal mereka tidak menghendaki), akan binasa seluruhnya. Dan jika dikehendaki dari tangan mereka keselamatan, maka akan selamatlah semuanya”. (HR. Bukhari).

Berbicara masalah kepemimpinan masa depan di Indonesia, tentu saja kita sebagai hamba Allah yang sangat mencintai Allah, menginginkan kedepannya di Indonesia ini kita benar-benar bisa menerapkan semua hukum yang Allah buat untuk mengatur semua kebutuhan manusia. karena tidak ada aturan yang sempurna kecuali itu datangnya dari Allah. Dan tugas kita adalah berjuang untuk mewujudkannya. Perlu ditekankan lagi jangan mudah pasrah dengan apa yang sudah ada, beranilah untuk bermimpi besar. Bukankah cita-cita terwujud dimulai dari sebuah mimpi yang besar?

Peran  kita sebagai pemuda Islam yang ingin menegakkan syariat Islam tersebut harus memiliki kepribadian yang kuat, tidak mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah, berpikir secara bijak, berani dalam bertindak, bertanggung jawab dan menegakkan keadilan di bumi Allah. Bagaimana caranya  kita dapat memiliki sifat-sifat seperti itu? Salah satunya dengan cara merapatkan diri ke dalam barisan dakwah. Hanya mereka yang bersungguh-sungguh mengembangkan potensi diri dan bisa memanfaatkan peluang yang dapat menikmati usia emas ini. Pepatah mengatakan, “Islam itu asasnya syahadat. Tiangnya sholat. Puncaknya jihat. Maka jadilah kamu orang yang mendakwahkan azasnya. Yang memperkokoh tiangnya. Yang berjuang di puncaknya. Atau salah satu darinya. Kalau tidak, kamu pasti merugi”.  Menjadi penolong agama Allah adalah satu-satunya profesi yang selalu membuka lowongan bagi pekerja baru. Setiap saat, setiap hari, sepanjang matahari masih terbit dari timur. Namun menyambung pekerjaan Rasul bukanlah pekerjaan yang mudah. Harus kita sadari mengapa berjuang di jalan Allah itu sering kali terasa pahit, karena kemenangan itu manis. dan mengapa beribadah itu berat, karena surga itu indah.

Tak ada perubahan besar yang tak di mulai dari yang terkecil. Kesuksesan besarpun bermula dari kesuksesan kecil yang di syukuri. Maka apapun yang hari ini dapat mengubah nasib kita jauh lebih baik, lakukanlah! Dan ingat, keberhasilan terjadi pada mereka yang percaya diri dan bersyukur. Wallah a’lam bi ash-shawab.

Catatan:

Judul diatas saya ambil dari salah satu tema dari sekian banyak tema yang saya dapat di sekolah LDK. Kepada ukhti Istikanah maaf tidak bisa membuat artikel dari semua tema yang diajarkan kemaren, saya ambil satu saja. Karena sebenarnya saya tidak suka menulis apalagi merangkai kata-kata. jadi harap dimaklumi apabila ada kata-kata yang sedikit aneh Hehehe….

apabila ada salah kata atau tidak sependapat dengan pembaca, saya minta maaf yang sebesar-besarnya dan kepada Allah saya mohon ampun yang sebesar-besarnya. Kesalahan asli datangnya dari saya dan kebenaran selalu datang dari Allah. Jika ada yang mempunyai pendapat lain mengenai kepemimpinan silahkan di sampaikan, karena manusia memiliki pandangan yang berbeda-beda. Terimakasih,

Penulis : Selly Puspitasari (Mahasiswi S1 Akuntansi FE UM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s