Hijrahnya Nabi Muhammad ke Habasyah

Posted on Updated on

Di sore(02/04) yang hujan ini LDF Muslim Studi FE UM melalui divisi HRD mengadakan KISS (Kajian Islam Selasa Sore) di Perpustakaan Masjid Al Hikmah UM. Acara tadi sore di isi oleh Ustad Nasrul dari Pascasarjana UM. beliau membahas mengenai “Fenomena di Balik Hijrahnya Rasulullah Ke Habasyah”. Menurut ilmu geografi Habasyah sekarang terbagi menjadi 3 negara, yakni ethiopia, somalia, dan eritrea.

Berikut sejarah singkat mengenai hijrahnya Nabi Muhammad ke habasyah yang kami peroleh dari salah satu situs internet yang bernama http://www.anashir.com.

Setelah berbagai hambatan, gangguan, dan siksaan kaum kafir Quraisy yang ditujukan kepada Nabi Muhammad, keluarganya, dan umat muslim, Nabi Muhammad menganjurkan kepada para sahabat dan para pengikutnya untuk menghindar dari gangguan tersebut dengan berhijrah ke negeri Habasyah (Ethiopia). Atas anjuran tersebut, berangkatlah rombongan pertama yang terdiri dari sepuluh laki-laki dan empat perempuan. Kemudian disusul oleh rombongan lain hingga mencapai hampir seratus orang. Beberapa orang yang berangkat hijrah tersebut di antarnya adalah, Utsman bin Affan, Ruqayyah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, dan Ja’far bin Abu Thalib.

Setelah sampai di negeri Habasyah, mereka mendapat sambutan yang baik dari raja Najasyi (Negus). Perlakuan raja Najasyi terhadap kaum muslimin sangat baik. Ia mengijinkan umat muslim untuk beribadah dengan sebaik-baiknya. Tatkala kaum kafir Quraisy datang meminta raja Najasyi untuk mengembalikan umat Islam ke Mekah, ia menolaknya dan bahkan kaum muslimin diberikan tempat tinggal dan diperbolehkan tinggal selama-lamanya dengan aman.

Sementara itu, Nabi Muhammad tetap tinggal di Mekah mengajak kaumnya untuk menyembah Allah dan menerima ajaran yang dibawanya. Usaha Nabi Muhammad ini tidak sia-sia. Terbukti beberapa tokoh masyarakat Quraisy masuk Islam. Di antaranya Hamzah bin Abdul Muthallib, paman Nabi Muhammad yang masuk Islam pada tahun keenam kenabian dan Umar bin Khattab. Dengan masuknya kedua tokoh besar Quraisy ini kekuatan Islam semakin bertambah.

Kekejaman kafir Quraisy semakin menjadi-jadi dan korban penyiksaan bertambah banyak. Kemudian Nabi Muhammad memerintahkan kembali kepada umatnya untuk hijrah ke Habasyah menyusul saudara mereka yang telah terlebih dahulu pergi ke sana. Pada hijrah kedua ini, sahabat Nabi yang ikut berjumlah sekitar 100 orang yang terdiri dari 83 laki-laki dan 17 perempuan. Hijrah kedua ini dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.

Karena kebaikan raja Najasyi kepda umat Islam, kaum kafir Quraisy mengutus Amr bin Ash dan Abdullah bi Rabiah membawa hadiah untuk raja Najasyi. Mereka berharap permintaan mereka agar umat muslim dikembalikan ke Mekah dikabulkan oleh raja Najasyi.

Kemudian, raja Najasyi mempertemukan kaum muslim dan utusan kafir Qurasiy untuk dimintai penjelasan yang sebenarnya. Wakil umat Islam ketika itu adalah Ja’far bin Abu Thalib yang menjelaskan kepada raja Najasyi perihal yang sebenarnya. Setelah mendengar penjelasan, raja Najasyi memerintahkan utusan kafir Quraisy untuk meninggalkan Habasyah. Menurut suatu riwayat, setelah raja Najasyi menerima kebenaran Islam, ia pun masuk Islam.

(Wallahu a’lam)

penulis : Divisi HRD 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s