Pengalaman Mengikuti IMSS FSLDKN XVI di ITB 2012

Posted on Updated on

 

            IMSS, tidak pernah terlintas dalam benak ku bahwa aku akan menjadi delegasi dalam acara tersebut. Acara yang sangat menakjubkan. Oia, sebelumnya perkenalkan, aku Daisy Fandira Prastiwi. Seorang mahasiswi di Universitas Negeri Malang. Aku diberi amanah menjadi staf divisi public relation di Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Ekonomi, Muslim Studi. Awalnya aku tidak menyangka akan mewakili Muslim Studi dalam IMSS. Yang aku tahu hanya aku akan berangkat ke ITB, Bandung. Hanya itu. Aku tidak mengerti di Bandung itu ada acara apa, kita disana ada kegiatan apa saja, aku sama sekali tidak mengerti. Namun, setelah menelusuri (sok detektif J) ke kakak-kakak tingkat, ternyata IMSS adalah International Muslim Student Summit. Baru mendengar kata-kata international saja, rasanya aku sudah minder dengan kemampuan bahasa inggris ku (ketahuan gak bisa bahasa inggris J). Eit, ternyata penjelasannya belum selesai. Acara IMSS ini ternyata acara Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) XVI yang dikemas secara internasional sehingga FSLDK sudah go international. Jadi, dalam acara ini kita akan bertemu saudara-saudara kita dari sabang sampai merauke dan juga saudara-saudara kita dari luar negeri. Subhanallah! Baru membayangkan acaranya saja sudah meriah dan keren, apalagi aslinya, pasti lebih amazing. Dan ternyata. . . Benar-benar amazing sobat! Pasti penasaran ya? J Nanti akan aku ceritakan dimana letak amazing-nya acara ini (sabar ya?J)

12 Juli 2012

            Kamis. Hari ini, FSLDK Universitas Negeri Malang mengadakan technical meeting sebelum keberangkatan kami ke Bandung. Disini juga diumumkan artikel tentang kemanusiaan dan analisis SWOT LDF/ SKI terbaik (penulis merasa tidak punya harapan, hikss L). Artikel ini merupakan tugas kami selama liburan. Pemenangnya adalah saudara ku dari SKI fakultas sastra dan dari muslim studi. Oia, delegasi dari muslim studi tidak hanya aku, ada dua saudara ku yang juga menjadi delegasi. Kita bertiga disebut triple D, karena huruf awal nama kita adalah huruf D. Keren kan? Hasil survei mengatakan demikian (koresponden penulis sendiri, hehe J). Selain artikel juga dibahas teknis keberangkatan, perlengkapan, dan jadwal kegiatan selama mengikuti IMSS. Jadwal acara IMSS keren banget sobat! Ini baru dalam selembar kertas, kita akan lihat kejadian real dilapangan. Pastinya lebih amazing dibandingkan selembar kertas ini. J

14 Juli 2012

Subhanallah! Bandung! ITB!

            Akhirnya, setelah perjalanan selama 2 hari 1 malam sampai juga dikota kembang Bandung. Sesampainya di ITB, kita dipersilahkan istirahat di masjid Salman. Ternyata didalam masjid Salman ada kajian setelah shalat duha. Ramai. Waktu istirahat aku gunakan untuk berkeliling masjid Salman. Yang menarik disini adalah sepatu atau sandal yang berjajar rapi didepan pintu masuk ikhwan. Aku mengamati dengan seksama siapa yang menata sepatu sedemikian rapinya. Ternyata ada petugas yang merapikan sepatu-sepatu itu. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang merapikan sepatunya masing-masing (sungkan kali ya? J). Tidak hanya sepatu-sepatu yang rapi saja yang menarik perhatian ku, tetapi juga termos-termos minuman yang berjejer disertai dengan rak gelas. Ternyata sobat, minuman itu gratis untuk jamaah masjid Salman. Jadi, semua orang boleh mengambilnya. Keren ya? J Ada satu pelajaran yang aku petik disini, sekaligus mungkin bisa diterapkan di LDF/ LDK, yaitu betapa pelayanan itu sangat penting. Pelayanan terhadap teman-teman kita yang ingin belajar atau sekedar tanya-tanya tentang agama, pelayanan terhadap peserta-peserta saat kita mengadakan acara, pelayanan terhadap teman-teman kita yang butuh bantuan. Intinya adalah pelayanan. Mungkin dengan pelayanan terbaik yang kita berikan kepada mereka (objek dakwah), mereka mau menjadi rabh’tul ‘alm bahkan bisa menjadi bagian dari LDF/LDK kita. J

            Setelah istirahat, kami dibagi menjadi beberapa kelompok. Dan aku berada dikelompok 22 bersama Teh Lilis selaku LO. Teh Lilis ini adalah mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia atau biasa disingkat UPI. Teh Lilis orangnya ramah dan dia sangat terkesan dengan logat bicara Malang. “Kalian teh lucu sekali cara bicaranya. Halus gitu”, kata Teh Lilis. Asli, aku tidak mengerti dimana letak lucunya. Aku hanya bisa tersenyum saja. Setelah kita mengisi formulir dan registrasi pembayaran, kita dibawa ke taman Ganesha, untuk pembagian tempat menginap selama di Bandung. Subhanallah, ramai sekali. Banyak aktivis dakwah yang aku jamin pasti keren-keren. Ada yang ingin aku temukan di Taman ini. Nah, itu dia. Rombongan dari Universitas Sumatra Utara (USU) yang sangat menarik perhatian ku. Sedikit personal alasan mengapa aku sangat tertarik dengan mereka. Karena ayah ku berasal dari Medan. Selain itu aku juga memiliki sedikit kenangan dengan Provinsi Sumatra Utara. Aku juga bertemu dengan rombongan dari Provinsi Lampung. Aku pun sangat tertarik dengan mereka, karena aku beberapa tahun menetap di Lampung. Subhanallah, bertemu mereka seperti bertemu saudara, walaupun belum pernah bertemu, belum pernah berkomunikasi, namun entah mengapa hati ini merasa sangat dekat mereka. Rasa sangat dekat seperti ini sangat membuatku nyaman. Seperti ingin memeluk erat mereka dan berkata “aku sangat mencintaimu, ukhti”. Subhanallah keren euy..! J

            Setelah lama menunggu, kita akan menginap di Ishola Dormitory atau biasa disebut Ishola Dorm. Kita pun dipandu menuju Ishola Dorm dengan mengunakan Bus. Ternyata Ishola Dorm itu berada di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Ini pertama kalinya aku menginjakkan kaki di kampus UPI. Nah, di Ishola Dorm ini, aku sekamar dengan teman-teman satu universitas denganku. Ada ukhti Atik, ukhti Sita dan ukhti Imuf. Teman-teman ku ini berasal dari LDF Seruni Fakultas Ilmu Pendidikan. Rasanya hati tidak sabar menanti hari esok. Karena besok adalah pembukaan IMSS-FLDKN XVI 2012. J

 

15 Juli 2012

            Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pembukaan IMSS-FSLDKN XVI 2012 di Sasana Budaya Ganesha! Subhanallah, tidak sabar rasanya. Berdasarkan jadwal yang aku bawa, opening IMSS akan dilanjutkan dengan Grand Seminar Indonesian Young Islamic Leader dengan mendatangkan pembicara yang amazing. Tebak siapa beliau? Yap, benar sekali (eh, gak ada yang nebak ya? J). Beliau adalah Bapak Dahlan Iskan (Menteri Negara BUMN, Pemilik Grup Jawa Pos), Ibu Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan) dan Bapak Akbar Zulfakar (Anggota DPR RI Komisi X). Moderatornya pun keren sobat, beliau adalah kang Adjie Wicaksana (Direktur Research and Community Development Center Jawa Barat). Bagaimana sobat? Keren sekali bukan? J Ternyata tidak hanya itu saja sobat, masih ada acara lagi, yaitu Launching Tokoh IYIL (Indonesian Young Islamic Leaders). Aku hanya bisa kagum dengan serentetan acara yang akan dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesha (SABUGA). Dan acara pembukaan IMSS pun dimulai. Diawali dengan pertunjukan kolaborasi angklung Sung Udjo dengan lagu religi. Keren sekali sobat! Lalu ada sambutan juga dari Bapak Rektor ITB. Selain pertunjukan angklung, ada pertunjukan teatrikal dari sekolah seni di Bandung, performance dari Tashiru dan Shoutul Haroqah. Sangat amazing sobat! Subhanallah! Meriah sekali SABUGA saat itu. Bahasa kerennya, keren banget bro! Bagaimana? Hanya membaca kalimat-kalimat yang aku tulis sudah membuat sobat semua semangat bukan? Nah, apalagi kita yang saat itu melihat langsung. Merinding, senang, semangat meluap-luap, saudara-saudara kita di SABUGA saat itu melampiaskan semangatnya dengan pekik takbir, ALLAHUAKBAR!!!! J

            Setelah opening IMSS yang sangat meriah, dilanjutkan dengan Grand Seminar Indonesian Young Islamic Leaders yang mendatangkan pembicara Bapak Dahlan Iskan (Menteri Negara BUMN, Pemilik Grup Jawa Pos) dan Ibu Tri Mumpuni (Pendiri Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan). Bapak Akbar Zulfakar (Anggota DPR RI Komisi X) tidak dapat hadir sobat. Namun, itu tidak mengurangi semangat kita semua. J Selagi menunggu Bapak Dahlan Iskan, MC mengumumkan siapa saja yang lolos menjadi 6 besar tokoh Indonesian Young Islamic Leaders. Tokoh-tokoh Indonesian Young Islamic Leaders ini di pilih berdasarkan rangkaian seleksi sobat, so pastinya sangat menginspirasi kita semua. Bapak Dahlan Iskan pun akhirnya datang dengan cucunya. Banyak sekali inspirasi serta motivasi yang Bapak Dahlan Iskan katakan. Ternyata sobat, selain acara opening IMSS di SABUGA ini, di tempat berbeda sedang berlangsung International Conference sobat. Acara ini, mengundang pemuda muslim perwakilan dari beberapa negara. Konferensi ini membahas permasalahan-permasalahan islam di dunia internasional. Membayangkan acaranya saja sudah pasti keren, karena mereka semua memakai bahasa inggris (penulis meratapi diri yang belum bisa berbahasa inggris dengan lancar L).

            Nah, setiap kegiatan yang kita lakukan pasti ada hikmahnya atau pelajaran yang bisa kita ambil dan kita terapkan, tidak terkecuali serangkaian acara pada hari ini. Pelajaran yang bisa kita ambil hari ini adalah Totalitas. Teman-teman panitia IMSS ini sudah total dalam menghadirkan acara yang sangat meriah dan sangat menginspirasi. Begitu juga dengan diri kita. Apabila kita sudah menjadi bagian dari LDF/LDK, tidak ada yang bisa kita lakukan selain total atau loyal di LDF/LDK tersebut. Aku pun sedang berusaha untuk hal itu. Yuk, kita bersama-sama berusaha loyal dan memberikan yang terbaik untuk LDF/LDK kita?! Setuju tidak? Wajib setuju ya? (maksa J)

16 Juli 2012

            Hari ini adalah hari yang spesial sobat. Karena hari ini akan ada Islamic Fair IMSS 2012  Two Days : “Knowledge and Inspiration” yang diselenggarakan selama 2 hari (16-17 Juli), Kelas Paralel yang berisi seminar umum dengan materi tertentu yang disampaikan oleh pembicara dari pihak sponsor, donator, pemateri dan partner acara IMSS-FSLDKN XVI, dan yang terakhir adalah ke-LDK-an yang terbagi menjadi 3 yaitu Sidang Komisi  (16-18Juli), Sekolah LDK (16-17Juli), dan Sidang Pleno dan Penentuan Tuan Rumah (18 Juli). Aku mendapat kesempatan untuk mengikuti sekolah LDK dengan materi Strategi Bargaining Position. Pemateri bargaining position sesi 1 di isi oleh Kang Adam Habibie, Kepala Gamais ITB. Kang Adam memberikan materi bahwa membangun bargaining position sangatlah penting bagi sebuah lembaga, tidak terkecuali LDF/LDK. Bargaining position dapat terbentuk dengan sejauh mana kontribusi LDF/LDK di ranah fakultas atau kampus. Bargaining position dapat memudahkan dalam negosiasi, manajamen isu dan posisi LDF/LDK tersebut. Menurut Kang Adam, bargaining position memiliki alur sebagai berikut: product à marketing à bargaining position (positive). Syarat terbentuknya bargaining position yang baik menurut Kang Adam melalui membangun product. Product disini adalah kader LDF/LDK, melalui proses kaderisasi yang baik, maka akan muncul kader-kader yang siap membuat positive bargaining position. Kaderisasi termasuk dalam manajemen diri, sedangkan marketing termasuk dalam manajemen LDF/LDK. Selain materi, ada pula diskusi dengan peserta IMSS. Bagaimana? Seru dan sangat bermanfaat bukan materi yang disampaikan? J Nah, setelah tahu kilasan tentang bargaining position, masih mau jadi kader yang tidak optimal? Ayo, kita optimalkan kontribusi kita untuk kampus melalui LDF/LDK?! J Semangat!!!

            Materi sesi pertama selesai sudah. Sekarang adalah materi sesi ke-2. Di sesi ke-2 ini lebih membahas mengenai keadaan keuangan LDF/LDK kita. Pemateri kita kali ini adalah Kang Gumi dengan salah satu rekannya. Kang Gumi adalah mantan Koordinator Dana Usaha Gamais ITB. Kang gumi sangat pandai dalam negosiasi dan fund raising. Bahkan karena Kang Gumi ingin total dalam Dana Usaha, beliau mengikuti les tentang mengatur uang dan cara mencari uang. Keren ya? J Kang Gumi mengatakan bahwa fund raising ini jika optimal dapat membuat LDF/LDK kita menjadi LDF/LDK mandiri. Menurut Kang Gumi, dalam keuangan LDF/LDK terjalin kerja sama antara bendahara dengan divisi Dana Usaha. Alurnya begini:

 1

 

 

 

            Keterangan dari skema diatas adalah, penyusunan anggaran ini berisi rancangan anggaran yang sekiranya akan digunakan 1 tahun kepengurusan. Lalu, rencana pengeluaran ini ditetapkan berdasarkan koordinasi bendahara dengan tim ekonomi atau dana usaha dari LDF/LDK kita. Sesuai alur diatas, maka terjalin kerja sama yang erat antara bendahara dengan divisi Dana Usaha.

            Di sini Kang Gumi mengibaratkan financial=family. Mengapa bisa begitu? Karena menurut Kang Gumi, financial dibagi menjadi mom, dad,and children. Mom adalah pengatur keuangan, kita ibaratkan bendahara sebagai Mom. Bendahara disini memiliki peranan penting dalam mengatur keuangan. Oleh karena itu, bendahara harus memilah pengeluaran, agar LDF/LDK kita tidak berhutang. Hutang yang dialami LDF/LDK dapat disebabkan oleh 3 hal, yaitu: over spending, under earning, and unexpected event. Upaya preventif  dalam mengatasi over spending adalah dengan 3 cara, yaitu: pending, substitusi dan kerugian. Arti pending disini adalah “apakah barang yang akan kita beli dapat ditunda pembeliannya dalam 1 minggu, 1 bulan , atau 1 tahun?”, jika substitusi adalah “apakah barang yang akan kita beli dapat digantikan dengan barang lain yang lebih murah?”, sedangkan kerugian adalah “apakah jika kita tidak membeli barang tersebut, akan merugikan dalam 1 minggu, 1 bulan atau 1 tahun?” Bagaimana? Keren sekali bukan? Kang Gumi dapat ilmu ini setelah les dan membayar 5 juta sobat, tetapi kita diberi ilmunya gratis. J (setelah agak memaksa J)

            Divisi Dana Usaha di ibaratkan dengan Dad. karena Dana Usaha bertugas mencari uang (hehe J). Divisi Dana Usaha memiliki tugas dalam mengatasi under earning and unexpected event. Nah, upaya dalam mengatasi under earning adalah dengan profit make over. Profit make over ini kita terapkan apabila kita sedang menjalankan usaha LDF/LDK, yaitu dengan menaikkan omset, menurunkan biaya operasional sehingga keuntungan dapat meningkat dengan baik. Bagaimana cara dan jenis usaha apa yang dapat kita jalankan,itu, sangat dipengaruhi oleh kreativitas kita sendiri sobat. Yang terakhir adalah upaya  mengatasi unexpected event adalah dengan MENABUNG atau saving. Ada beberapa cara unik agar LDF/LDK memiliki banyak dana, yaitu dengan “mengharamkan” uang Rp 20.000,00 dan go double. Pasti sobat semua bertanya-tanya, mengapa mengharamkan uang Rp 20.000,00? Benar bukan? (ini penulis, atau peramal? Hehe J). Mengharamkan di sini adalah apabila kita memiliki uang Rp 20.000,00, uang tersebut tidak boleh kita gunakan, tetapi kita serahkan kepada Bendahara sebagai iuran bulanan. Sedangkan go double ini teknisnya adalah tiap bulan iuran bulanan LDF/LDK mengalami peningkatan 2x lipat. Contoh, Bulan Januari kita membayar Rp 10.000,00 maka Bulan Februari membayar Rp 20.000,00, Bulan Maret Rp 40.000,00 dan seterusnya. Seru bukan? (seru atau bangkrut? Hehe J)

            Kang Gumi juga memberikan tahapan-tahapan dalam mendirikan usaha. Tetapi Kang Gumi memberikan alamat web yang dapat membantu kita dalam tahapan awal mendirikan usaha. Alamatnya yaitu www.businessmodelgeneration.ac.id. Di alamat ini kita dibantu dalam mem-planning usaha kita sobat (sangat membantu bukan ? J).

 

17 Juli 2012

Hari ke-3 sobat J.

            Hari ini aku akan mengikuti kelas Syiar Media dan Komunitas (materi PR banget, hehe J). Untuk sesi pertama ini, kita akan dipandu oleh Kang Dhani. Kang Dhani memiliki banyak pengalaman di bidang media dan komunitas. Kang Dhani mengatakan bahwa materi ini akan kita dapat ketika kita sudah melangkah 1 tahap dalam proses kaderisasi. So, karena materi ini seharusnya kita dapat ketika memasuki tahap selanjutnya dalam kaderisasi, maka aku meminta ma’af karena aku sedikit bingung dengan materi yang ada sobat. Tolong dima’afkan ya? (harus mau. J). Di sesi ini, Kang Dhani menjelaskan tentang pentingnya media secara umum, perbedaan media outline dan online, fungsi media bagi LDF/LDK, tahapan rekayasa sosial, penyebab perubahan sosial dan menajemen isu. Di bawah ini adalah bagan manajemen isu dan alurnya.


2

            Peta isu berisi tren isu masa lalu dan tren isu masa depan. Cara membuat peta interest adalah mendaftar (list) prioritas interest dan goal, memetakan isu pemantik ke dalam timeline, dan petakan interest ke dalam timeline, lengkap beserta waktu penyiapannya. Sedangkan cara penetrasi isu dengan memberi ‘kejutan’, hindari status quo, konsisten literatif, dan gunakan skill rekayasa sosial. Materi ini yang membuat aku sampai sekarang masih sulit mengerti. L

            Setelah pusing dengan materi pada sesi pertama (hehe J), kita mulai dengan materi pada sesi kedua. Dalam sesi ini lebih fokus pada media bagi LDF/LDK. Media outline yang sering digunakan oleh LDF/LDK adalah buletin. Menurut Kang Dhani, judul yang kita gunakan dalam buletin mencerminkan isu yang akan disebarkan atau opini kita terhadap isu tersebut. Kang Dhani memberikan contoh saat itu adalah Koran yang bertuliskan “MENANTU IDEAL ADALAH MAHASISWA UGM YOGYA”, semua peserta kelas Syiar Media dan Komunitas spontan tertawa termasuk aku, haha. Lucu. Judul tersebut membuat orang ingin membacanya (iya kan? J). Nah, contoh judul tersebut memang membuat orang penasaran. Padahal belum tentu judul tersebut adalah kejadian real di lapangan, biasanya hanya pendapat dari beberapa orang saja. Selain buletin, kita sering menggunakan spanduk/ baliho sebagai alat publikasi. Dalam membuat spanduk/ baliho yang menarik, ada acaranya sobat. Dengan menggunakan kalimat yang mengundang rasa ingin tahu atau keinginan orang untuk membacanya. Contoh yang Kang Dhani tunjukkan adalah spanduk sepanjang 12 meter didepan kampus Universitas Indonesia (UI) yang bertuliskan SPANDUK INI CUKUP BESAR??? SUNGGUH MASALAH DALAM KAMPUS KITA JAUH LEBIH BESAR. Bagaimana? Sangat menarik bukan? Selain spanduk yang ditunjukkan oleh Kang Dhani, aku menemukan spanduk yang tidak kalah uniknya. Yaitu spanduk yang berisi agenda selama ramadhan oleh pengurus masjid Salman. Spanduknya bertuliskan BESAR??? SUNGGUH, DOSA KITA JAUH LEBIH BESAR DIBANDINGKAN SPANDUK INI. Setelah tulisan itu, dibawahnya terdapat serangkain kegiatan selama bulan Ramadhan. Menarik kan? (hehe J)

            Agar syiar lebih luas, maka perlu menggunakan media online. Media online meliputi twitter, facebook, blog dan website. Menurut Kang Dhani, supaya blog dan web kita menarik, disarankan untuk memberi nama blog dan web dengan nama yang umum. Maksud umum di sini adalah, nama yang tidak terlalu menunjukkan LDF/LDK kita. Jika memang ingin menggunakan nama LDF/LDK kita, sebaiknya diisi dengan konten-konten yang ‘ringan’ tidak terlalu ‘berat’, sehingga obyek dakwah kita bisa menerima dengan halus. Gunakan pula kata-kata yang umum digunakan. Kata-kata seperti ‘ana’, ‘antum’, ’anti’ sebagainya dihindari, agar kesan eksklusif tidak muncul. Agar blog dan web kita sering dikunjungi oleh teman-teman kita, maka kita harus sering meng-update blog serta web kita. J

            Nah, sobat semua adakah yang tidak mengenal corel draw dan photoshop? Pastinya, sobat semua sudah mengenal software ini. Yap, desain pun berperan penting dalam publikasi ataupun syiar kita sobat. Dengan desain dan gambar yang menarik, setidaknya mampu membuat orang tertarik dengan apa yang kita sampaikan melalui desain tersebut. Kader LDF/LDK pun dituntut mampu menguasai software ini. Jujur saja, aku pun belum bisa menguasai software ini, hehe J. Tetapi aku sangat ingin mempelajarinya sobat. Agar kader mampu menguasai segala sesuatu tentang desain, maka sebaiknya dilakukan pelatihan intensif oleh kader yang memang sudah mumpuni dalam bidang desain. Selain itu, agar minat belajar kita tentang desain dan media online lainnya, maka dapat dilaksanakan kompetisi tingkat fakultas atau kampus. Misalnya saja, Lomba Desain Blog Terbaik se-Fakultas Kedokteran atau Lomba Desain Grafis Mahasiswa Baru 2011. Dengan adanya kompetisi seperti ini, maka akan membuat kita semakin bersemangat untuk belajar J. Kang Dhani mengatakan bahwa, tidak ada salahnya jika kita menokohkan seseorang yang masih ‘ammah’ atau kita belajar sesuatu dari teman kita yang masih ammah. Dengan menokohkan atau belajar dari teman kita yang ammah dapat menjadi cara kita mengajak teman kita dalam kebaikan. Bukankah begitu sobat? J

 

18 Juli 2012

            Hari ini adalah hari terakhir kegiatan IMSS sobat. Rencananya nanti akan diadakan semacam long march dari ITB menuju Monumen Perjuangan. Dalam acara ini, dilakukan pula penggalangan dana bagi saudara-saudara kita di Palestina, menyambut Bulan Suci Ramadahan dan closing IMSS-FSLDKN XVI 2012 J. Rasanya senang sekali hari ini, karena kita akan jalan-jalan, hehe J.

            Sebelum long march, kita ada acara yang seru, yaitu Indonesian Youth Muslim Creation (IYMC). Dalam acara ini menampilkan pemuda-pemudi muslim yang mewakili 3 kategori, yaitu pengabdian masyarakat, teknologi dan enterpreuner. Acara ini dibagi menjadi dua, yaitu: IYMC Award dan IYMC Exibition. Untuk IYMC Exibition, hadirlah tokoh pemuda yang bernama Ghoris Mustaqim. Kang Ghoris ini keren sekali lho sobat. Untuk sobat yang ingin mengenal Kang Ghoris lebih jauh atau sekedar sharing, dapat mem-follow twitter beliau di @gorismustakim. Sedangkan IYMC Award di bidang pengabdian masyarakat diraih oleh pemuda yang berasal dari Garut dan bekerja di Dinas Perpajakan. Ma’af, penulis lupa dengan nama beliau (miane. . J). Beliau menerapkan sistem pertanian yang hampir mirip dengan tumpang sari. Di sini beliau memadukan antara tanaman keras dengan pohon pisang. Sedangkan untuk kategori teknologi, diraih oleh teteh cantik dari ITB dengan produk salep anti mengantuk. Pasti sobat semua sangat tertarik dengan produk beliau. Benar bukan? (hehe J) Produk beliau digunakan pada belakang telinga. Produk ini sudah di uji cobakan pada mencit, sejenis tikus namun lebih kecil dan belum pernah di uji cobakan pada manusia. Siapa yang ingin mencoba? J Untuk kategori terakhir diraih oleh Kang Musa dengan kedai bernama DEEP OF TEEN (DOT). Kang Musa ini bekerja sebagai satpol PP namun memiliki ketertarikan terhadap dunia bisnis. DOT ini melayani mainan anak-anak dalam bentuk puzzle dan lain-lain. Produk unggulannya adalah puzzle tokoh-tokoh kebudayaan Indonesia, contohnya Gatotkaca. Produk Kang Musa sudah menembus Trans Studio Bandung. J Keren sekali bukan? (penulis pun takjub. . J)

            Setelah itu, long march pun dimulai, diawali dengan teriakan takbir, ALLAHUAKBAR! Kita disana tidak hanya jalan sobat. Kita juga melakukan aksi penggalangan dana bagi saudara-saudara kita di Palestina. Dan Alhamdulillah, banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi. Selama perjalanan menuju monumen Perjuangan, aku merasanya senang sekali jalan-jalan di Kota Bandung. Benar-benar, Bandung I’m in Love, hehe J. Setelah sampai di monumen Perjuangan, dibentangkan bendera Palestina yang sangat besar di tangga monumen Perjuangan. Disana kita mendeklarasikan hasil dari International Conference mengenai Islamic Phobia. Selain itu, juga ada orasi dari perwakilan PUSKOMDA yang mengikuti IMSS-FSLDKN XVI 2012. Dari Malang juga ada lho J, yaitu saudara kita dari Blitar dan Politeknik Negeri Malang. Keren sekali sobat (penulis pamer J). Di akhir acara diumumkan bahwa IMSS 2014 di laksanakan di Kalimantan Barat dan LDK Al-Huruiyyah Institut Pertanian Bogor sebagai PUSKOMNAS FSLDK. Subhanallah, Pontianak euyy J. Penutupan IMSS-FSLDKN XVI 2012  dilakukan oleh Bapak Gubernur Jawa Barat. Dan acara IMSS-FSLDKN XVI 2012 pun selesai.

Apa ?

Masih mau lanjut ? (penulis ke-PD-an J)

Tunggu cerita selanjutnya dalam IMSS 2014 di Pontianak. Dijamin lebih seru dan keren. J (penulis sepertinya tidak ada harapan untuk mengikutinya L). Dan siapa tahu dari sobat semua ada yang akan meneruskan cerita ini J

Fastabikhul khoirot saudara ku J

 Penulis : Daisy Fandira Prastiwi (Mahasiswa Jurusan Manajemen FE UM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s